Archive for curhat

Teruntuk yang Selalu Mengingatkanku

Apa kabar? Apa kau baik-baik saja? Aku senang jika kau memang baik-baik saja.

Aku ingin kau tau, bahwa aku merindukanmu, aku sungguh merindukanmu, percayalah. Walau hampir 4 kali dalam seminggu kita selalu bertemu dan bersama-sama, bahkan selalu duduk berdekatan. Banyak hal yang selalu kita bicarakan dan lewatkan bersama, walau ada beberapa hal pula yang aku tak mengerti tentangmu, namun aku menkmati hal itu, aku menyukai rasa perbedaan antara kita, aku menyukai ketidakpahaman antara kita, tentang dirimu dan diriku.

Hampir 2 tahun kita bersama, hampir 4 semester kita lalui bersama dengan penuh suka duka, saat kita selalu duduk di jajaran depan bangku kuliah, saat kita selalu jadi teman ngobrol dosen saat ada yang presentasi, dan kita lebih banyak satu kelompok saat ada tugas kelompok. Masih ingatkah kau tentang mata kuliah seni music, yang mengharuskan kita mengaransemen suatu lagu dengan music batok kelapa? Aku sungguh menikmati masa-masa itu, dan aku merindukannya, aku pun merindukan saat kita setiap malam tidur bersama selama kurang lebih 6 bulan, hehe. Aku sangat merindukan hal itu.

Ingatkah kau? Saat tahun lalu kita mendaftar menjadi anggota BEM HIMA PGSD 2009-2010. Kau terpilih menjadi staf Pengenbangan Sumber Daya Organisasi sedangkan aku terpilih menjadi staf Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa. Hal itu sungguh menyenangkan, kita berada dalam satu organisasi, yang menuntk kita untuk selalu kompak. Banyak hal baru yang kita dapat dari situ aku rasa. Kau harus bersyukur atas hal itu. ^^

Orang lain bilang kau kita kembar yang tak bisa dipisahkan, orang selalu menanyakanmu ketika aku berjalan sendiri, dan orang selalu menanyakanku jika kau berjalan sendiri (benarkah? hehe) namun ku harap itu benar. Bahkan dosen pun (kau ingat Bu Andien dan Pa Dwi) berbicara “ni anak barengan aja dari dulu” haha, sungguh membuatku bangga. Itu artinya mereka memperhatikan kebersamaan kita. Kau harus bangga hal itu.

Sekarang aku merindukanmu lebih dari biasanya. Aku merindukan kebersamaan kita, karena sekarang aku tak lagi merasakan hadirmu disampingku. Kau tak lagi sebebas dahulu. Sekarang kau punya penjaga hatimu yang lebih agresif dari biasanya. Kau punya seseorang yang setiap kau membuka pintu kamar mu dia ada. –aku iri padamu akan hal itu- namun aku berbahagia atas hal itu. Hmm, jika kau menikah kelak, aku harus jadi no 2 yang paling cantik setelahmu, kau harus berjanji akan hal itu.

Sahabatku, (@sylviarabbani)
Sungguh tahun ini, akan menjadi tahun yang berat untukku, karena kau tidak lagi disampingku. Aku benar-benar merindukanmu, jiwamu tak dapat aku rasakan. Aku bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
Aku memang harus menyesal telah berbeda jalur, berbeda arah organisasi denganmu. Tapi aku menghargai perbedaan itu. Namun jika di awal aku tau akan seperti ini kejadiannya, aku akan dengan sepenuh hati memutuskan untuk mengambil langkah yang sama denganmu, dengan abang kita juga. Saat ini aku sendirian, kau tau? Aku benar-benar merasa sendirian. Aku merindukanmu, sunguh! Aku menginginkan kau ada disini, menemaniku. Saat kau memutusakan lebih memilih legislative sedangkan aku tetap bertahan di eksekutif. Di awal aku memang merasa baik-baik saja, namun sunguh sekarang aku menyesal. Aku menyesal telah berpisah denganmu. Namun aku harus berpikir bisa membuat apa aku dengan rasa sesal ini, hehe, yang pasti jangan diterapkan.
Aku tak inginn kita berbeda jalur, aku ingin kita tetap bersama, walau terkadang kita selalu bertentangan. Kita selalu berdiam diri, tak pernah bertanya dan tak ingin di Tanya saat lagi ada masalah, kita lebih memilih memasang tampang jutek ketimbang menceritakannya terlebih dahulu saat terjadi suatu kesalahpahaman antara kita, namun selalu ada penengah diantara kita, yaitu Dwi Apriani, sahabat kita yang selalu menginap saat kita mengontral sebuah kamar demi kelangsungan perkuliahan.

Mungkin bagimu atau bagi kalian, tak asing lagi jikalau aku sangat teramat sangat mudah meneteskan air mata. Entah itu perasaanku sedang marah, kesal, kecewa, bahagia, sedang bersenang-senang, sedang sedih apalagi, sdang terharu, bahkan rasa malu saat dipojokin dosen juga aku meneteskan air mata. Dan saat ini aku menangis karena aku merasa sangat merindukanmu. Aku ingin kau tau apa yang menimpaku, apa yang terjadi saat ini padaku, apa yang kau rasakan, dan semua yang terjadi. *berpura-puralah peduli padaku”

Aku kehilanganmu, dan aku bagaikan nasi tanpa liwet. #apasih

#nb : salam pada ibumu, tolong samapaikan, aku rindu ajakan makan malamnya. Sampaikan salamku juga pada bapak, aku rindu omelannya saat kita meminta bantuan untuk mentranslate tugas kita pada orang lain.

Iklan

rasa kesal

bismillah.

 

entah kenapa, dari mulai matahari terbit, rasa kesal ini sudah hinggap dalm diriku.

dari mimpi yang aku dapatpun aku merasa sangat kesal, setelah bangun dan mengingat mimpiku, badanku terasa amat sakit. berangkat ke kampus pu dengan rasa sesal, karena harus membonceng orang! (secara biasanya berangkat sendiri) *padahalkan amal ya! astagfirulloh..

lalu karena berangkat terlalu siangan, jalanan sangat tak bersahabat, sangat macet! sampai ke kampus pun terlambat. datang ke kelas, suasananya sangat tidak bersahabat pula, bangku yang basah, tidak ada persiapan untuk UAS pula, lalu tibatiba atap ruangan pun rubuh, mungkin karena semalam hujan angin melanda kawasan UPI dan perbaikan atap ruangan tidak benar.

setelah UAS KD PKn beres, sang Ketua Kelas menyampaikan beberapa tugas yang harus dikumpulkan, dan sialnya lagi tugas-tugas yang diminta, belum dkerjakan. padahal itu tugas kelompok!!

dengan hati kesal akupun rela mengerjakannya, *tapi bersamasama. kekesalanpun belum berajak dari hidupku siang tadi. akupun pulang bersama kawanku, ditengah perjalanan kami (terlebih dia) kelaparan, lalu kami memutuskan berhenti di tempat makan pastfood. *tadinya siy aku berencana akan memesan yang biasa aku makan ditempat itu, eh si pelayannya malah nawarin paket yang lain, tanpa di sadari ternyata makanannya sungguh menguras isi dompetku!! hmm, uang uniko pun habis hanya untuk perutku yang mulai buncit!

perjalanan jauh untuk sampai kerumah membuat aku mengantuk ditengah perjalanan, sungguh membuatku tidak berkonsentrasi membawa motor.

sampai dirumah, tugas deadline menunggu. ih sumpahnya kesel banget, males banget mngerjainnya, karena dulu perjanjiannya, bikin powerpoint tuh masing-masing sesuai bahasan! eh taunya.. dengan penug rasa malu pun aku meminta bantuan kepada salah satu anggota kelompokku, idih hasilnya, sumpah kaya yang ga niat banget!! etapi makasih udah bantuin. hehe

 

pokoknya aku merasa kesal hari ini!!